Selasa, 01 September 2015

Kisah Segelas Susu

Suatu hari seorang anak miskin menjual barang dari pintu ke pintu untuk membayar uang sekolahnya. Namun pada satu waktu dia hanya punya satu sen, dan ia merasa lapar. 
Akhirnya dia memutuskan untuk meminta makanan ke sebuah rumah. Namun, ia kehilangan keberaniannya ketika seorang wanita muda yang cantik membuka pintu.

Alih-alih meminta makan, ia meminta untuk minum air saja. Kemudian wanita muda ini melihat si anak tampak lapar karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak itu meminumnya secara perlahan, dan kemudian bertanya "berapa harganya?"

"Kamu tidak perlu membayar apa-apa" jawabnya. " Ibu telah mengajarkan ku untuk tidak menerima bayaran untuk sebuah kebaikan. "

Anak itu mengatakan "Dari dalam lubuk hatiku, aku mengucapkan terima kasih"

Howard Kelly meninggalkan rumah itu, ia tidak hanya merasa lebih kuat secara fisik, tapi imannya kepada Tuhan dan sebagai manusia juga kuat. 

Bertahun-tahun kemudian wanita itu sakit kritis. Para dokter di kota itu bingung akan penyakit yang ia idap. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Ketika ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran pada mata si dokter.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit ke ruangan tempat wanita itu dirawat.

Mengenakan baju dokternya dia pergi menemui wanita itu. Tak perlu waktu lama dia langsung mengenalinya.

Dia kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan hidup wanita itu. Sejak hari itu ia memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah perjuangan panjang, pertempuran dimenangkan...

Wanita itu akhirnya sembuh. Dr Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya. Dia melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan yang dikirim ke kamarnya. 

Ketika wanita itu menerima surat tagihannya, ia takut untuk membukanya karena ia yakin biaya yang akan ia tanggung untuk penyembuhannya akan sangat mahal. 

Akhirnya dia melihat, dan sesuatu menarik perhatiannya di lembar tagihan tersebut. Dia membaca kata-kata ini ...

"Dibayar penuh dengan satu gelas susu"

Tertanda, Dr. Howard Kelly
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya, bahagia hatinya berdoa: "Terima kasih , Tuhan , bahwa cinta Mu telah menyebar luas melalui hati dan tangan manusia."

Perumpamaan yang infaq Fi Sabilillah;
Allah SWT Berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah: 261)

Perumpamaan yang infaq tidak karna Allah;
Allah SWT Berfirman: “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghilangkan pahala shadaqohmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu di timpa hujan lebat lalu jadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai apapun dari yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah: 264)

Semoga bermanfaat.....


Rabu, 19 Agustus 2015

Sejarah IPM

Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah metamorfosa dari Ikatan Remaja Muhammadiyah yang awalnya bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai salah satu dari Organisasi otonom perserikatan Muhammadiyah berbasiskan pelajar.
Kelahiran IPM pada tanggal 18 Juli 1961 M atau 5 Shafar 1381 H, tidak dapat dielakan sebagai upaya untuk memfilter pengaruh gerakan komunisme yang waktu itu mengancam eksistensi keagamaan dan kebangsaan.
Pada tahun 1992, atas tekanan dari pemerintah Orde Baru yang hanya menginstrusikan OSIS sebagai organisasi tunggal kepelajaran yang diperbolehkan eksis, menggiring IPM untuk melakukan perubahan nama. Akhirnya pada tanggal 18 November 1992 M, bertepatan dengan tanggal 22 Jumadil Awal 1413 H, IPM berubah nama menjadi IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah).
Dalam perkembangan selanjutnya, pasca runtuhnya rezim Orde Baru gejolak untuk mengembalikan nama IPM kembali muncul pada Muktamar Xll di Jakarta tahun 2000. Barulah di Muktamar XV IPM di Medan pada tahun 2006, isu  ini disarankan menemui titik terang saat dibentuknya  Tim Eksistensi IPM yang bertugas mengkaji basis massa IPM yang nantinya akan berimplikasi pada perubahan nama.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan rekomendasi Tanwir Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2007 mengeluarkan SK Nomenklatur tentang perubahan nama Ikatan Remaja Muhammadiyah menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai dukungan terhadap keputusan perubahan nama tersebut.
Setelah melewati proses yang dialektika yang panjang, forum akhirnya memutuskan bahwa IRM berganti nama menjadi IPM. Namun, perubahan nama itu secara resmi akan dilakukan pada Muktamar  XVl IRM Tahun 2008 di Surakarta. Oleh sebab itu, nama IPM baru secara resmi disahkan pada tanggal 28 Oktober 2008 di Surakarta.
Dasar Gerakan IPM
Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi munkar dikalangan pelajar dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakan Islam yang sebenar-benarnya. IPM memandang Islam merupakan Agama yang berkemajuan rahmatan lil alamin. Hal ini dimaknai bahwa Islam adalah risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Islam berkemajuan dan menghadirkan pencerahan sebagai refleksi dan nilai-nilai emansipasi (yad’uuna ilal khair), humanisasi (ya’ muruuna bil ma’ruf) dan liberal (yanhauna ‘anil munkar), sebagaimana yang terkandung dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 104:
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali-Imran 3:104)
Spirit inilah yang menjadi landasan atas setiap proses pencerahan yang dilakukan IPM. Pencerahan sebagai jalan Islam yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan dari bentuk keterbelakangan, ketertindasan, dan ketidak adilan hidup umat manusia. sehingga, atas dasar pandangan Islam yang berkemajuan dengan gerakan pencerahan, maka IPM sebagai sayap gerak pelajar harus menjadi gerak ilmu atau gerakan pencerdasan.
Oleh sebab itu, IPM sebagai sebuah gerakan pencerdasan untuk mewujudkan transformasi sosial mesti melandaskan ssetiap gerak langkah perjuanganya pada perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab, dari kemajuan ilmu pengetahuanlah sebuah perubahan dapat terwujud. Hal ini tertuang dalam salah satu ayat Al-Qur'an surat Al-Qolam ayat 1 yang memjadi semboyan IPM yakni: "Nuun, demi pena dan segala apa yang mereka tuliskan" (Q.S. Al-Qolam:1)

Minggu, 09 Agustus 2015

Empat Hal Sebelum Tidur

Rasulullah SAW, berpesan kepada Aisyah ra :   “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu:

1.    Sebelum khatam Al Qur’an,
2.    Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3.    Sebelum para muslim meridloi kamu,
4.    Sebelum kau melaksanakan haji dan umroh.

“Kemudian Aisyah bertanya : “Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? ”Rasulullah tersenyum dan bersabda : 

1. Jika engkau tidur hendaklah baca : Surat Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kamu mengkhatamkan Al Qur’an. 
2. Bacalah sholawat untuk-Ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat. 
3. Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu. 
4. Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh. 

semoga bermanfaat...!!!
>
>
>

Sabtu, 18 Juli 2015

6 Pertanyaan Imam Ghozali

Suatu hari Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini".
Murid-muridnya menjawab orang tua,teman,kerabat. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Al-Imran:185)

Pertanyaan Kedua, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini".
Murid-muridnya menjawab Negara China,bulan,matahari,bintang dlsb. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Bagaimanapun kiti, apapun keadaan kita, tetapi kita tidak bisa kembali kemasa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan Ketiga, "Apa yang paling besar di dunia ini".
Murid-muridnya menjawab gunung,bumi,bintang,planet dlsb. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU". Maka kita hari=us hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. (Al-Araf:179)

Pertanyaan Keempat, "Apa yang paling berat di dunia ini".
Murid-murid Imam Ghozali ada yang menjawab pesawat,besi,gajah dlsb. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "AMANAH". Tumbuh-tumbuhan ,binatang,gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah meminta mereka untuk menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi. Tetapi manusia dengan sombongnya meyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banya dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya. (Al-Ahzab:72)

Pertanyaan Kelima, "Apa yang paling ringan di dunia ini".
Sebagian murid Imam Ghozali ada yang menjawab angin,debu,kertas daun dlsb. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "MENINGGALKAN SHOLAT". Gara-gara pekerjaan, kita sampai lupa sholat.

Pertanyaan Keenam, "Apakah yang paling tajam di dunia ini".
Muridnya menjawab dengan serentak pedang... Benar akata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Semoga Bermanfaat.....!

Senin, 29 Juni 2015

Ilmu Waris

Oleh: Heniy Astiyanto, S.H

WARISAN DAN WASIAT

1. Warisan Cepat Dibagi

Sekarang ini ada kecenderungan untuk memperlambat pembagian warisan. Akibatnya tidak ada kepastian hukum dan menimbulkan sengketa serta fitnah. Maka yang lebih baik ialah warisan itu segera diselesaikan dan idberikan kepada yang berhak. Dengan demikian ada kepastian hukum, menghindari fitnah, dan konflik keluarga. Dilihat dari segi ekonomi harta warisan yang cepat dibagi akan lebih produktif.

2. Tahap Penyelesaian

a. Inventasi harta benda peninggalan pewaris
b. Kemudian dihitung (yang harus dikeluarkan lebih dahulu).
    - Biaya pemakaman
    - Hutang dan pengobatan
    - Wasiat
Maka cara membagi warisan ialah harta peninggalan pewaris (a) dikurangi harta yang harus dikeluarkan (b).

3. Musyawarah

Dalam pembagian warisan lebih baik ialah dengan cara musyawarah kekeluargaan. Para pihak akan menyadari akan hak-haknya, yang penting tercermin keadailan. Bisa juga salah satu ahli waris tidak minta harta warisan karena merasa hidupnya telah berkecukupan dibandingkan dengan saudara-sadaranya. Menurut Kompilasi Hukum Islam Pasal 183, para ahli waris dapat sepakat melakukan perdamaian dalam pembagian harta warisan, setelah menyadari bagianya.

4. Wasiat

Suatu pertanyaan yang sederhana ialah, bagaimana seseorang memberi wasiat apada orang lain?
Adapun caranya sebagai berikut:
a. Wasiat dapat dilakukan dengan cara lisandihadapan dua orang saksi, atau tertulis dihadapan dua orang saksi, atau dihadapan notaris.
b. Wasiat dibolehkan sebanyak-banyaknya sepertiga dari harta warisan kecuali apabila semua ahli waris menyetujuinya.
Kompilasi Huku Islam Pasal 195 (1,2)

5. Wasiat Batal

Seorang memberi wasiat pada orang lain berwujud benda itu sah secara hukum. Tapi wasiat itu sendiri bisa batal antara lain:
a. Orang yang ditunjuk menerima wasiat tidak mengetahui adanya wasiat tersebut sampai meninggal dunia sebelum meninggalnya pewasiat.
b. Yang mewarisi wasiat menolak.
c. Barang yang diwasiatkan musnah.
Kompilasi Hukum Islam Pasal 197 (2,3)

6. Hibah

Kadang orang tua sangat mencintai anaknya. Untuk mewujudkan cintanya itu orang tuanya dapat memberikan hibah pada anaknya.
a. Hibah orang tua kepada anaknya dapat diperhitungkan sebagai warisan.
Kompilasi Hukum Islam Pasal 211
b. Hibah itu tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tuanya kepada anaknya .
Kompilasi Hukum Islam Pasal 212

7. Janda

Janda adalah ahli waris. Janda mendapat seperempat bagian bila pewaris tidak meninggalkan anak, dan bila pewaris meninggalkan anak, maka janda janda mendapat seperdelapan bagian.
Kompilasi Hukum Islam Pasal 180

8. Anak Angkat

Terhadap anak angkat yang tidak menerima wasiat diberi wasiat wajibah sebanyak-banyaknya 1/3 (sepertiga) dari harta warisan orang tua angkatnya.
Kompilasi Hukum Islam Pasal 209 (2)

9. Anak Dalam Kandung

Jika mau membagi warisan ternyata jandanya sedang hamil, lebih baik cara membagi warisan dengan memperhitungkan calon bayi, bagian calon bayi itu disisihkan.
Contoh:
Si A meninggal dunia dan ahli warisnya:
1. Janda hamil
2. Anak kandung laki-laki
Maka ahli waris yang berhak atas warisanya :
1. Janda
2. Calon bayi
3. Anak kandung laki-laki

10. Warisan Orang Hilang

Apabila ada seseorang meninggalkan tempat tinggalnya lama sekali, tanpa ada beritanya, maka para ahli waris dapat meminta hakim menetapkan bahwa orang tersebut  diatas dinyatakan meninggal dunia (ghoib).


Kamis, 11 Juni 2015

Surat-surat Makkiyah dan Madaniyah

Merujuk kepada Mushaf Al-Madinah, terbitan Mujamma Al-Malik Fahd di Madinah Munawarah yang beredar luas di Indonesia, surat-surat makkiyah sebagai berikut:

Surat-surat Makkiyah
    1.      Al-Fatihah
    2.      Al-An’am
    3.      Al-Araf
    4.      Yunus
    5.      Hud
    6.      Yusuf
    7.      Ibrahim
    8.      Al-Hijr
    9.      An-Nahl
    10.  Al-Isra
    11.  Al-Kahfi
    12.  Maryam
    13.  Thaha
    14.  Al-Anbiya
    15.  Al-Mukminun
    16.  Al-Furqan
    17.  Asy-Syu’ara
    18.  An-Naml
    19.  Al-Qashash
    20.  Al-Ankabut
    21.  Ar-Rum
    22.  Luqman
    23.  As-Sajadah
    24.  Saba
    25.  Fathir
    26.  Yasin
    27.  Ash-Shaffat
    28.  Shad
    29.  Az-Zumar
    30.  Al-Mukmin
    31.  Fushilat
    32.  Asy-Syura
    33.  Az-Zukhruf
    34.  Ad-Dukha
    35.  Al-Jatsiyah
    36.  Al-Ahqaf
    37.  Qaf
    38.  Adz-Dzariyat
    39.  Ath-Thur
    40.  An-Najm
    41.  Al-Qomar
    42.  Al-Waqiah
    43.  Al-Mulk
    44.  Al-Qolam
    45.  Al-Haqah
    46.  Al-Ma’arij
    47.  Nuh
    48.  Al-Jin
    49.  Al-Muzammil
    50.  Al-Muddatsir
    51.  Al-Qiyamah
    52.  Al-Mursalat
    53.  An-Naba
    54.  An-Nazi’at
    55.  Abasa
    56.  At-Taqwir
    57.  Al-Infithar
    58.  Al-Muthaffifin
    59.  Al-Insyiqaq
    60.  Al-Buruj
    61.  Ath-Thariq
    62.  Al-Ala
    63.  Al-Ghasyiyah
    64.  Al-Fajr
    65.  Al-Balad
    66.  Asy-Syams
    67.  Al-Lail
    68.  Adh-Dhuha
    69.  Alam-Nasyrah
    70.  At-Tin
    71.  Al-Alaq
    72.  Al-Qodr
    73.  Al-Adiyat
    74.  Al-Qari’ah
    75.  At-Takatsur
    76.  Al-Ashr
    77.  Al-Humazah
    78.  Al-Fill
    79.  Quraisy
    80.  Al-Ma’un
    81.  Al-Kautsar
    82.  Al-Kafirun
    83.  Al-Lahab
    84.  Al-Ikhlas
    85.  Al-Falq
    86.  An-Nas

      Berdasarkan Mushaf Al-Madinah, terbitan Mujamma Al-Malik Fahd di Madinah Munawarah yang beredar luas di Indonesia, yang termasuk kategori surat-surat makkiyah sebagai berikut:

      Surat-surat Madaniyah
    1.      Al-Baqarah
    2.      Ali-Imran
    3.      An-Nisa
    4.      Al-Maidah
    5.      Al-Anfal
    6.      At-Taubah
    7.      Ar-Rad
    8.      Al-Hajj
    9.      An-Nur
    10.  Al-Ahzab
    11.  Muhammad
    12.  Al-Fath
    13.  Al-Hujurat
    14.  Ar-Rahman
    15.  Al-Hadid
    16.  Al-Mujadilah
    17.  Al-Hasyr
    18.  Al-Mumtahanah
    19.  Ash-Shaf
    20.  Al-Jum’ah
    21.  Al-Munafiqun
    22.  At-Taghabun
    23.  Ath-Thaliq
    24.  At-Tahrim
    25.  Al-Insan
    26.  Al-Bayyinah
    27.  Az-Zalzalah
    28.  An-Nashr

Menurut manna al-Qaththan, tidak semua surat disepakati oleh para ulama dalam memasukanya dalam kategori Makkiyah dan Madaniyah. Surat-surat Makkiyah yang disepakati ada 82 surat, sedangkan surat-surat Madaniyah ada 20 surat. Yang diperselisihkan ada 20 surat yaitu: Al-Fatihah, Ar-Ra’du, Ar-Rahman, Ash-Shaf, At-Taghabun, Ath-Muthaffifin, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-Ikhlash, Al-Falq, dan An-Nas (surat-surat yang di cetak tebal dalam daftar surat-surat Makkiyah dan Madaniyah).
Perlu dicatat di sini bahwa pengelompokan surat-surat ke dalam Makkiyah dan Madaniyah hanyalah berdasarkan sebagian besar ayat-ayatnya, tidak harus seluruh ayatnya, sehingga nantia akan di temukan Surat Makkiyah tetapi di dalamnya ada ayat Madaniyah, begitu juga sebaliknya, Surat Madaniyah tetapi di dalamnya ada ayat Makkiyah.

Semoga Bermanfaat......!!!