Rabu, 04 Juni 2014

Generasi Apatis

Akhir-akhir ini remajaseperti kita banyak disorot oleh generasi yang lebih tua. Kita dianggap hidup dizaman di mana kita diberi banyak fasilitas kemudahan sehingga kita tumbuh menjadi generasi yang tidak terbiasa berusaha keras, mudah menyerah, dan suka melempar tanggung jawab. Remaja masa kini dianggap sebagai generasi hedonis yang obrolanya hanya seputar music, film, atau pacar. Dianggap generasi yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar, hanya mengeluh dan protes, tapi jarang memberikan sumbangsih.

Media yang gencar dalam mempertontonkan hedonism telah mampu memngaruhi banyak remaja menjadi pemuda yang hanya memikirkan bagaimana caranya bersenang senang, yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Slogan “cuek is the bast” (tidak peduli adalah tindakan terbaik) pun menjadi sikap yang dipilih, tidak mau repot mengurusi  orang lain walau orang lain itu benar benar butuh teguran atau bantuan kita.

Mungkin beberapa diantara kita masih ada yan heran: kenapa sih ada banyak orang yang mau berusaha payah membantu orang lain? Mengapa selalu saja ada orang yang merasa harus pedli sehingga ia merasa perlu untuk menegur dan menyadarkan? Mengapa ada begitu banyak orang yang rela kehilangan begitu banyak waktu hanya untuk menyampaikan kepada orang lain apa yang diyakininya?

Kakek Berusia 10 Tahun

Oleh: Sanwani, SH

Dikisahkan, di bawah pohon yang rindang tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Diantara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana. Seusai pelajaran, seorang pemuda penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek. “kek, apakah kakek seorang guru?” “bukan…., akau bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu”. “Lho, memangnya berapa umur kakek?” 

“Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun. “Ah….., kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan…..?
“ Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung  dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memamng 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan di hitung. Yang benar-benar dapat di hitung adalah kehidupanku 10 tahun terakhir ini.

Si pemuda menunjukan wajah yang kebingungan. Ia pun bertanya, “Apa artinya kek?”

Kegagalan Bukan Akhir Segalanya

Gagal ? siapa sih, yang tidak akan pernah merasakan ? lebih baik pernah mencoba tetapi gagal, dari pada tidak pernah berbuat apa apa. Kegagalan adalah bagian dari dinamika hidup. Anggap saja kegagalan sebagai batu sandungan. Siapa saja merasa terpukul, kecewa berat n’ patah semangat. Baca dulu nih …..Insya Allah bisa meringankan.

        1.      Jangan Putus Asa
Selalu ada jalan n’ selalu ada hikmah. Relistis saja, dunia tidak selebar daun kelor. Masih ada harapan esok untuk memperbaiki. Kegagalan bukanlah aib. Maju terus pantang mundur.

        2.      Belajar Dari Kesalahan
Experience is the bast teacher and nobody’s perfect in this world. It’s okay if made a mistake than none. Pelajari, kenapa kita gagal, cermati perbaiki kesalahan itu.

        3.      Berfikir Positif
Lihatlah segalanya dengan berfikir positif thinking. Perangisetiap asumsi, prasangika, persepsi negative yang muncul. Karna ia hanya akan menjadi benalu yang merugikan.

        4.      Berhenti Mencari Alasan
Alasan tetaplah alas an. Ia tidak akan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kalau focus mencari alas an untuk sebuah kegagalan maka akan ditemukan berjuta-juta alasan dengan mudahnya.

       5.      Berbagi
Cobalah berani untuk membagi kesedihan orang lain. Pilihlah orang yang dianggap cocok untuk curhat. Dengan adanya shoulder to tri on. Insya Allah dapat membantu untuk meringankan masalah.

       6.      Nikmati
Nikmati saja apa adanya. Jangan terlalu dijadikan beban. Let if flow ( biarkan mengalir ). Kepedihan itu akan sirna seiring perjalanan waktu .  satu yang pasti, kehidupan ini akan normal kembali, sehingga lebih memaknai ikhtiar kamu.

       7.      Yakin
Keyakinan sering kali mengalahkan logika manusia. Kalau keyakinan sudah terpatri, kamu dapat melakukan apa saja. Yakin bahwa kamu mampu. Yakin bahwa kamu pasti dapat bangkit, yakin Allah pasti akan selalu member pertolongan.

       8.      Pasang Slogan
Letakkan slogan-slogan yang dapat menggugah semgatmu di tempat yang strategis. Seperti “saya pasti bisa!” sabisa bisa kudu bisa pasti bisa! Ayo semgat” masih ada kesempatan!”.

       9.      Bersabar
Kesabaran akan membuatmu lebih bijak dalam menerima kenyataan dan dengan sikap itu pula akan membuat kamu tahan terhadap goncangan dan tekanan. Sehingga tetap husnudzon dalam keadaan apapun.

       10.  Tawakal
Tawakal hati sepenuh pengharapan, semangat n’ gairah. Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar n’ tawakal kepada Allah. Ingatlah, Allah pasti akan selalu member yang terbaik bagi hamba-Nya.

Semoga Bermanfaat............!

Agar Ukhuwah Tetap Terasa Indah

Oleh: Arfiandi

Ukhuwah itu indah. Ukhuwah itu menguatkan. Dengan ukhuwah, segalanya menjadi lebih mudah. Ada kebersamaan yang meringankan beban. Ada tempat untuk berbagi dan mencurahkan isi hati. Ada tempat yang tepat untuk mencari solusi.
Jika ikhuwah telah menjadi dasar dalam berjamaah, sengguh bukan hanya romantisme yang di cipta. Ia bahkan menjelma menjadi surga. Taman yang nyaman untuk melepas penat penat jiwa. Lalu menggemuruhkan semangat juang demi mencapai cita. Seperti halnya kisah nyata dari seorang muslimah yang merasakan begitu kuat dan indahnya ikatan ukhuwah di daerah yang jaauh dari ibu kota. Ia seorang akhwat. Kepala sekolah. Hari itu ia mendapatkan undangan pelatihan dari JSIT ( Jaringan Sekolah Islam Trpadu ) provinsi. Tetu ia senang dengan undangan itu. Namu juga risau.

Senang karna ia tau pelatihan itu bisa meng up-grade dirinya. Banyak materi, wawasan baru, dan pengalaman berharga yang akan ia dapatkan dari sana ia berharap sekolah islam terpadu yang diamanahkan kepadanya bisa semakin meningkat kualitasnya. Mencetak generasi masa depan yang berkarakter dan membanggakan. Yang membuatnya risau adalah, bisahkah ia berangkat? Kini suaminya masih sakit. Campak yang menyerang membuat suaminya tidak bisa beraktifitas banyak. Bahkan ia perlu dirawat. Sedangkan anak-anaknya……… mereka masih kecil untuk bisa mengurusi diri sendiri. Jika dirinya berangkan, siapa yang merawat suami dan menjaga anak-anak? Hari H pelatihan semakin dekat. Akwat kepala sekolah ini hamper memutuskan untuk tidak hadir namun sang suami justru mendesaknya agar menjalankan amanah dakwah ini. Berangkatlah umi…. Ini demi masa depan generasi slam di daerah ini, dengan senyum yang menguatkan ia memotivasi istrinya, percayalah …… akau akan baik baik saja. Begitupula anak-anak.
Subhaanallah …….. ketegaran luar biasa ia dapatkan dari suaminya. Dalam kondisi sakit seperti ini. Ia tetap memprioritaskan dakwah di banding diri dan keluarganya. Namun demikian kekuatan ini masih belum cukup untuk membuatnya memutuskan pergi ke ibu kota provinsi selama 3 hari. Sampai sang suami mengatakan kita akan meminta bantuan ikhwah! Dengan berbinar binary mata mereka saling pandang saling menguatkan.